Pertama, mari lihat kualitas pertahanan kedua tim. Sepanjang musim, Greuther Fürth kebobolan 68 gol dalam 34 laga, dengan rata-rata 2 gol per pertandingan, menunjukkan lini belakang yang sangat rapuh. Di kandang, mereka juga kebobolan 31 gol dalam 17 laga, rata-rata hampir 2 gol per pertandingan, tanpa bisa disebut memiliki keunggulan defensif di kandang sendiri. Sementara itu, Essen meski promosi dari 3. Liga, pertahanan tandang mereka juga buruk, dengan 44 gol kebobolan dalam 19 laga tandang, rata-rata 2,32 gol per pertandingan. Kedua tim sama-sama tipikal tim dengan serangan kuat namun pertahanan lemah, sehingga lini belakang masing-masing sulit dipercaya.
Kedua, dari sisi daya gedor. Greuther Fürth di kandang mampu mencetak rata-rata 1,53 gol per laga, sehingga memiliki kemampuan mencetak gol yang cukup baik. Essen bahkan merupakan salah satu tim dengan serangan paling tajam di 3. Liga, dengan torehan 78 gol sepanjang musim, dan rata-rata gol tandang mereka juga melebihi 2 gol per pertandingan. Kekalahan 0-1 di leg pertama berarti Greuther Fürth pada leg kedua harus tampil habis-habisan untuk mengejar defisit, sementara Essen yang unggul satu gol juga tidak akan bertahan mati-matian, sehingga ruang untuk serangan balik akan sangat besar dan tempo pertandingan dipastikan meningkat.
Dari sisi handicap, sinyal yang muncul juga serupa. Perusahaan taruhan utama membuka line di 2,5/3 gol, dengan odds untuk over umumnya bertahan di kisaran rendah-menengah 0,80-0,95, menandakan institusi jelas mewaspadai skenario banyak gol. Jika digabungkan dengan buruknya pertahanan kedua tim dan kebutuhan menyerang pada leg kedua, laga ini diprediksi total golnya setidaknya mencapai 3 gol.