Chelsea melangkah ke Wembley dengan bekal catatan liga tanpa kemenangan dalam enam laga terakhir di saku mereka. Piala FA memberi mereka jalan keluar dari kenyataan, tetapi di ujung jalan itu sudah menanti Manchester City.
Sepanjang musim ini, Manchester City melakukan satu hal — menang dengan konsisten. Dalam 37 laga, mereka mencetak 75 gol, dan kerja sama lini depan antara Foden dan Marmoush sudah terasah seperti jam Swiss. Kemenangan empat gol tanpa balas atas Liverpool di semifinal Piala FA menjadi gambaran yang lebih jelas daripada angka mana pun tentang betapa terfokusnya tim ini di ajang piala.
Masalah lini depan Chelsea memang nyata. Dalam lima laga terakhir, mereka hanya mencetak dua gol, sementara performa Palmer naik-turun. Menghadapi pressing tinggi Manchester City, progres Chelsea dari lini tengah ke depan akan menghadapi hambatan yang lebih besar dibandingkan di liga. Absennya Dias dan Gvardiol memang menjadi titik lemah Manchester City, tetapi kedalaman lini belakang mereka cukup untuk menutupi celah itu di final.
Pada malam final di Wembley, jelas Manchester City lebih dekat dengan trofi.