Saya kasih tahu kalian satu hal yang menarik, di pertandingan ini yang paling saya unggulkan bukan siapa yang menang, tapi jumlah golnya.
Maroko sekarang situasinya bagaimana? Punya poin yang sama dengan Brasil dalam perebutan puncak klasemen, tapi selisih golnya kalah dua. Artinya apa? Artinya mereka bukan cuma harus menang, tapi juga harus menang sebanyak mungkin. Coba pikir, tim yang belum kalah dalam 31 pertandingan, memang sudah jago menggebrak sejak awal, ditambah lagi ada dorongan untuk mengejar selisih gol, masa di awal tidak langsung gas pol?
Di kubu Haiti justru lebih menarik. Mereka sudah tersingkir, malah jadi lebih lepas. Toh ini juga pertandingan terakhir, masa pulang tanpa memperjuangkan gol pertama Haiti di Piala Dunia? Lihat saja pelatih mereka sebelum laga sudah bicara, katanya akan habis-habisan. Lagipula para pemain cadangan akhirnya punya kesempatan turun, pasti ingin tampil mati-matian, kan? Tim tanpa tekanan seperti ini justru biasanya bermain lebih lepas.
Ada yang bilang pertahanan Haiti buruk, saya setuju, tapi harus dilihat dibandingkan dengan siapa. Kalau dibandingkan dengan Brasil jelas kalah, tapi kalau dibandingkan dengan Maroko bagaimana? Sebenarnya jumlah gol Maroko juga tidak terlalu banyak, rata-rata hanya 1,3 gol per laga. Tapi itu saat melawan tim kuat, sedangkan menghadapi Haiti yang levelnya seperti ini, daya gedor mereka sama sekali berbeda.
Tentu saja, sepak bola itu apa pun bisa terjadi. Kalau Maroko merasa cukup menang dua gol lalu main aman, atau Haiti ngotot pasang bus besar, kemungkinan bisa mentok juga. Tapi secara keseluruhan, untuk garis 3 gol ini, menurut saya peluang tembusnya lebih besar.