Pada awalnya, lini dibuka dengan tim tamu -0.5, lalu di pasar berikutnya naik stabil menjadi -0.75. Kenaikan lini ini bukan untuk menciptakan sensasi secara sengaja, melainkan penyesuaian yang wajar setelah mempertimbangkan perbedaan kekuatan nyata kedua tim dan informasi susunan pemain yang sudah terkonfirmasi. Mayoritas pemain Afrika Selatan tampil di liga domestik, sementara dua pilar utama lini tengah mereka absen karena skorsing, sehingga koneksi antara lini serang dan pertahanan terdampak langsung. Dalam permainan terbuka, mereka akan sangat sulit menciptakan ancaman beruntun, dan hanya bisa mengandalkan serangan balik melalui satu-dua pemain depan serta bola mati untuk mencari peluang. Garis belakang juga lambat saat berputar, dan menghadapi tekanan berkelanjutan dari sisi sayap, celah yang muncul sangat jelas. Pada laga ini, mereka wajib menang agar punya peluang lolos, tetapi jika memaksa menekan ke depan, ruang kosong di lini belakang akan terus terekspos.
Korea Selatan menggunakan sistem 4-2-3-1 yang matang, dengan Son Heung-min dan Lee Kang-in membangun inti serangan di lini depan. Kerangka pemain yang merumput di Eropa unggul secara menyeluruh dalam kualitas teknik dan cakupan pergerakan, dengan xG rata-rata yang stabil di atas 1.4. Kombinasi tusukan dari sayap dan umpan-umpan pendek di half-space mampu menghasilkan peluang tembakan secara konsisten. Tim ini memegang kendali nasib lolos, sehingga pilihan taktisnya fleksibel: bisa menguasai bola untuk menguras stamina lawan, dan bisa juga bertransisi cepat untuk menghantam lini pertahanan. Di belakang, Kim Min-jae menjadi pilar, sementara sistem cover defense mereka lengkap, sehingga dapat secara efektif membatasi serangan balik sporadis Afrika Selatan.
Banyak penggemar menilai terlalu tinggi duel fisik dan keuntungan kandang Afrika Selatan, sambil mengabaikan kesenjangan kekuatan akibat absennya motor utama di lini tengah, serta meremehkan daya tekan dari sistem serangan Korea Selatan yang utuh. Lini dari -0.5 naik ke -0.75 sepenuhnya mencerminkan jarak nyata antara kedua tim. Korea Selatan memiliki fondasi untuk memperlebar dominasi permainan, dan ruang untuk mengeksekusi peluangnya juga sangat memadai.