Dengar, kalau sampai sekarang kamu masih ragu Bosnia dan Herzegovina bisa menang, itu benar-benar terlalu banyak mikir — handicap utama -0,75 ini, jelas sudah tahu sisi mana yang lebih bisa diandalkan. Kita luruskan dulu: Bosnia dan Herzegovina bagaimanapun juga adalah tim dari zona Eropa, kualitas teknik, duel fisik, dan tempo pertandingan mereka sudah terasah tiap pekan di liga-liga top; sementara Qatar? Jujur saja, mereka cuma kumpulan pemain liga domestik yang bermain bersama, dan intensitas laga yang biasa mereka hadapi memang tidak selevel dengan Eropa. Begitu ketemu lawan yang keras, distribusi bola dari belakang saja bisa panik dan berujung kesalahan.
Kalau lihat duel per posisinya, lini depan Bosnia dan Herzegovina begitu berdiri di kotak penalti, para bek Qatar itu jelas tidak sanggup menahannya. Umpan silang dari sayap yang diarahkan ke kotak penalti, duel bola atas pun Qatar hampir tidak pernah menang; di lini tengah lebih tidak usah dibahas lagi, dua gelandang bertahan Bosnia dan Herzegovina sudah berdiri kokoh di sana, Qatar mau main serangan balik? Lewat tengah saja belum tentu bisa. Qatar paling cuma mengandalkan bola mati untuk mencari gol, sementara dalam permainan terbuka mereka nyaris tidak punya ancaman yang berarti. Mau cetak gol? Berat sekali.
Soal motivasi, kedua tim memang sama-sama ingin menang, itu benar. Tapi Bosnia dan Herzegovina memang benar-benar punya kemampuan untuk menang. Kalau Qatar ingin meraih poin, mereka harus maju menyerang, tetapi begitu naik, ruang kosong di belakang akan terbuka lebar seperti jalur balap, dan Bosnia dan Herzegovina akan menghukum lewat serangan balik. Sederhananya, ini adalah skenario standar tim papan tengah Eropa melawan tim Asia: Bosnia dan Herzegovina menang minimal satu gol, dan kalau beruntung bisa menambah dua gol lagi. Handicap utama -0,75? Itu jelas memberi ruang toleransi yang cukup besar, sangat aman.