Berdasarkan perhitungan dari sampel 10 pertandingan resmi level A internasional yang telah dipublikasikan, total gol laga ini memiliki probabilitas bergeser ke kisaran di atas 3,25, namun masih dipengaruhi fluktuasi efisiensi serangan kedua tim, sehingga tidak ada kepastian mutlak.
Portugal dalam 10 pertandingan terakhir memiliki persentase 70% untuk laga dengan lebih dari 2,5 gol, dengan rata-rata 2,2 gol dan 1,0 kebobolan per laga; di kualifikasi Piala Dunia, rata-rata expected goals mereka mencapai 2,56, sehingga output serangan memiliki dukungan dasar yang cukup kuat. Pada laga pertama, mereka terkendala pertahanan ultra-rendah Kongo-Kinshasa, dengan akurasi tembakan ke gawang hanya 14,3%; namun jika merujuk pada sampel saat menghadapi lawan dengan level pertahanan sedikit lebih lemah, rata-rata gol dalam 5 laga terakhir bisa mencapai 2,8 gol, dan efisiensi penetrasi dari sisi sayap serta lari dari lini kedua kemungkinan besar akan mengalami peningkatan.
Uzbekistan dalam 10 pertandingan terakhir mencatat rata-rata 1,4 gol dan 1,4 kebobolan per laga; saat menghadapi tim kuat Eropa dan Amerika, rata-rata kebobolan naik menjadi 1,6 gol, dan pada fase penurunan fisik setelah menit ke-60, porsi kebobolan lebih dari 60%. Pada laga pertama melawan Kolombia, toleransi lini belakang mereka di babak kedua turun drastis, kebobolan 3 gol dalam satu pertandingan; di saat yang sama, tim ini juga memiliki kemampuan mencetak gol lewat serangan balik, dan dalam 5 laga terakhir melawan tim kuat selalu mencetak gol, sehingga besar kemungkinan mereka tidak akan bertahan pasif sepanjang pertandingan.
Pada laga ini, Uzbekistan masih menyimpan harapan lolos, sehingga harus mengerahkan tenaga untuk mencari poin; celah di belakang mereka kemungkinan besar akan semakin terbuka. Portugal setelah hasil imbang di laga pertama mengalami peningkatan tekanan untuk meraih poin, sehingga intensitas serangan kemungkinan akan dinaikkan. Berdasarkan sampel yang ada, arah over 3,25 memiliki nilai referensi yang wajar, namun tetap perlu mewaspadai ketidakpastian akibat fluktuasi efisiensi Portugal dalam permainan posisi.