Dari situasi klasemen, Kolombia menang di laga pertama dan sudah mengoleksi 3 poin; jika kembali menang, mereka bisa lebih awal memastikan lolos. Republik Demokratik Kongo menahan imbang Portugal dan mengantongi 1 poin, sehingga sangat berambisi meraih poin di laga ini. Ada kesenjangan yang jelas dalam nilai skuad dan peringkat dunia kedua tim, namun Republik Demokratik Kongo punya ketangguhan دفاع yang menonjol.
Kolombia mengandalkan formasi penguasaan bola 4-3-3, dengan kecepatan dribel sayap dari Díaz dan pengaturan tempo J. Rodríguez yang stabil di lini tengah. Kemenangan 3-1 pada laga pertama menunjukkan kemampuan mereka dalam membongkar pertahanan; kelemahannya adalah saat full-back naik terlalu tinggi, ruang di belakang menjadi besar. Menghadapi pertahanan rapat, ritme serangan mereka cenderung lambat, dan jika terlalu lama menekan, mereka mudah memberi lawan peluang melakukan serangan balik.
Republik Demokratik Kongo secara tetap beralih ke formasi 5-4-1 yang sangat defensif, dengan Wan-Bissaka dan Mbemba membentuk lini belakang bergaya Premier League, intensitas duel satu lawan satu tinggi, dan pada laga pertama mereka hanya kebobolan 1 gol. Kelemahannya adalah lini tengah minim pemain yang bisa membawa bola, sehingga serangan hanya bergantung pada serangan balik cepat dari Wissa dan Bakambu; setelah menit ke-65 kondisi fisik menurun dan tingkat toleransi kesalahan lini belakang ikut berkurang.
Penetapan handicap memang sejalan dengan perbedaan kualitas, tetapi tidak boleh mengabaikan performa defensif Republik Demokratik Kongo saat menahan tim kuat di laga pertama. Kolombia kemungkinan besar akan menguasai jalannya pertandingan, tetapi sulit untuk benar-benar membuka jarak dua gol secara stabil, sehingga ada potensi menang tipis; tim tamu +1