Kedua tim sama-sama berada di bawah tekanan untuk meraih poin. Kekalahan Kroasia pada laga pertama bukan karena tumpulnya lini serang, melainkan lebih pada kelemahan cakupan pertahanan akibat skuad yang sudah berumur. Namun, kualitas kontrol dan penguasaan bola di lini tengah mereka masih sangat baik, dan pengaturan tempo oleh Modrić menjadi kunci untuk membongkar pertahanan rapat.
Panama memiliki disiplin bertahan yang tidak lemah, tetapi absennya sosok inti membuat koneksi di lini tengah menjadi berat, dan dalam kondisi bertahan pasif dalam waktu lama, lini belakang akan sulit menjaga konsentrasi sepanjang pertandingan. Secara keseluruhan, peluang Kroasia untuk meraih tiga poin lebih besar, hanya saja tim ini punya kebiasaan menurunkan tempo dan mengendalikan permainan setelah unggul.,,客 - 1