Kemenangan besar Jerman di laga pembuka perlu dilihat secara dialektis, karena lawannya adalah negara dengan populasi paling kecil dalam sejarah partisipasi Piala Dunia, sehingga kekuatan keseluruhannya berada beberapa level di bawah Jerman. Havertz dan Musiala memang menunjukkan efisiensi serangan yang sangat tinggi dalam pertandingan, tetapi saat menghadapi tim Afrika seperti Pantai Gading yang disiplin dan unggul dalam duel fisik, ruang serang Jerman akan sangat tertekan. Pantai Gading menang 1-0 atas Ekuador di laga pertama, dan sepanjang pertandingan hanya membiarkan lawan melepaskan 3 tembakan; konsentrasi dan kemampuan saling menutup di lini belakang mereka telah teruji dalam laga sesungguhnya.
Pada pertandingan ini, Asian handicap awal adalah tuan rumah memberi satu gol, dan jelang laga tetap stabil di handicap satu gol. Harga tuan rumah naik dari kisaran 0,80-0,91 level menengah-rendah menjadi 0,82-0,85, bahkan beberapa institusi menampilkan struktur tuan rumah memberi satu gol dengan harga tinggi di atas 1,00. Dengan latar belakang kemenangan 7-1 Jerman di laga pertama, handicap satu gol pada dasarnya adalah posisi yang cukup dangkal—dengan kekuatan dan performa Jerman, menghadapi lawan seperti Pantai Gading, posisi normal seharusnya adalah satu setengah gol atau bahkan lebih dalam. Pembukaan yang dangkal dan harga yang naik menunjukkan bahwa institusi tidak terlalu yakin Jerman akan menang besar.
Logika taktik Pantai Gading sangat jelas. Pelatih Gasset kemungkinan besar akan memasang formasi benteng 5-4-1, dengan kemampuan memotong serangan dari Kessie dan Fofana di lini tengah yang akan langsung mengganggu organisasi permainan Jerman. Dalam 10 pertandingan terakhir, Pantai Gading hanya kebobolan 7 gol, dan disiplin lini pertahanan mereka telah berulang kali teruji di kualifikasi zona Afrika serta laga uji coba. Meski absennya Wahbi dan Ndicka berdampak pada kedua sisi permainan, sistem Pantai Gading tidak bergantung pada pemain tertentu—logika bertahan mereka adalah merapatkan lini, mempersempit ruang, dan membatasi jumlah sentuhan lawan di dalam kotak penalti.
Serangan Jerman memang tajam, tetapi menghadapi pertahanan blok rendah bukan berarti tanpa celah. Di laga pertama melawan Curaçao, Jerman mencetak 7 gol, namun 3 di antaranya berasal dari bola mati dan kesalahan lawan; efisiensi mereka dalam membongkar pertahanan rapat dari permainan terbuka tidak seseram yang ditunjukkan angka. Disiplin bertahan dan kemampuan duel fisik Pantai Gading jauh di atas Curaçao, sehingga serangan Jerman akan menghadapi ujian yang sesungguhnya.
Secara keseluruhan, Jerman memang lebih mungkin menang, tetapi selisih gol bisa saja hanya 1-2 gol. Sistem pertahanan dan kemampuan duel fisik Pantai Gading cukup untuk menahan batas bawah dalam handicap dalam.
Rekomendasi Asian handicap: Pantai Gading +1.