Pada laga pertama Grup L Piala Dunia, Ghana dan Panama bertemu di Toronto. Ini adalah pertandingan yang tidak boleh kalah oleh siapa pun——Inggris dan Kroasia di grup yang sama jelas lebih unggul secara kualitas, sehingga jika kedua tim ingin menjaga peluang lolos, meraih tiga poin penuh di laga pembuka adalah satu-satunya pilihan.
Persiapan Ghana tidak berjalan ideal. Gelandang kunci Thomas Partey absen karena masalah visa, membuat poros transisi dari bertahan ke menyerang hilang begitu saja. Dalam enam laga uji coba terakhir, mereka hanya mencatat 1 imbang dan 5 kalah, dengan efisiensi lini serang yang sangat rendah——dalam lima pertandingan terakhir, empat di antaranya berakhir tanpa gol, dan satu-satunya gol hanya tercipta saat melawan Austria. Lini belakang juga mengalami pukulan besar, dengan bek tengah utama Djiku dan Salisu sama-sama absen, sementara kekompakan pertahanan pelapis masih diragukan. Pelatih baru Queiroz baru menangani tim sejak April tahun ini, dan masih belum menemukan komposisi terbaik.
Panama bukan tim lemah tradisional. Tim dari CONCACAF ini menunjukkan perkembangan yang jelas dalam beberapa tahun terakhir, finis runner-up di Piala Emas 2023 dan Liga Negara CONCACAF 2025. Dalam laga pemanasan, mereka bermain imbang 1-1 melawan Bosnia dan Herzegovina dan menang 4-2 atas Republik Dominika, menunjukkan kondisi kompetitif yang cukup bagus. Namun, cedera juga menghantui Panama——kiper utama Mejía, gelandang kunci Godoy, dan Carrasquilla semuanya absen karena cedera, sehingga tiap lini kehilangan satu titik krusial. Terutama Carrasquilla, yang merupakan satu-satunya mesin Panama dalam transisi dari bertahan ke menyerang; absennya dia akan sangat memengaruhi organisasi serangan tim.
Ghana tetap punya alasan untuk percaya diri meraih kemenangan. Winger Manchester City, Semenyo, dan Jordan Ayew adalah dua senjata paling berbahaya di lini depan, dengan kemampuan individu yang jelas lebih unggul daripada barisan pertahanan Panama. Meski kehilangan koneksi di lini tengah tanpa Partey, dalam sejarah Piala Dunia, Ghana punya rekor lebih baik saat menghadapi tim-tim CONCACAF dengan catatan 2 menang dan 1 kalah. Dari sisi pengalaman, ini adalah penampilan kelima Ghana di Piala Dunia, sementara Panama baru tampil untuk kedua kalinya, sehingga perbedaan pengalaman di panggung besar tak bisa diabaikan.
Secara keseluruhan, ini adalah pertarungan soal “siapa yang kurang buruk”. Kedua tim sama-sama kehilangan pemain kunci, dan lini serang keduanya juga berpotensi tampil tidak efisien. Namun, kualitas individu para pemain depan Ghana cukup untuk menciptakan momen penentu di laga yang ketat. Kemenangan tipis Black Stars menjadi arah yang lebih mungkin.